Keselamatan adalah pemulihan gambar Allah yang rusak, restitutio imaginis Dei. Tujuannya bukan sekadar masuk surga, melainkan dikembalikan ke rancangan Allah yang semula, yaitu serupa dengan Dia. Yesus adalah modelnya, manusia sempurna yang menjadi prototipe (Apakah Keselamatan Bisa Hilang, Kasih Karunia).
Kelahiran baru mutlak harus dialami, dan bukan peristiwa satu kali melainkan awal dari proses yang terus bertumbuh (Kelahiran Baru). Urutannya: mendengar dan menerima Firman, bertobat sungguh-sungguh, percaya Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, dilahirkan dari air dan Roh Kudus, lalu bertumbuh dalam ketaatan.
“Yesus menjawab, kata-Nya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
“Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”
“Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”