Manusia diciptakan untuk mengalahkan Iblis dengan menjadi corpus delicti, yaitu fakta nyata yang membuktikan bahwa makhluk ciptaan bisa hidup taat kepada Allah dan layak memerintah bersama Kristus. Orang yang hidup kudus dan taat adalah bukti bahwa Iblis bersalah dan Allah benar ketika menghukumnya.
Dari sini terjawab dua pertanyaan besar. Mengapa Lusifer berani memberontak, dan mengapa Allah tidak langsung menghukumnya. Jawabannya terletak pada tatanan yang permanen dan sempurna di dalam diri Allah sendiri. Allah tidak akan bertindak di luar tatanan itu.
Adam gagal menjalankan tugas ini. Adam yang terakhir yang menyelesaikannya (Corpus Delicti).
“Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.”
“Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.”
“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”