Setiap manusia adalah makhluk kekal, dan pilihan yang diambil di bumi menentukan nasib kekalnya. Orientasi hidup orang percaya diarahkan kepada kekekalan, bukan kepada hal-hal duniawi yang sementara.
Kekekalan bukan urusan nanti. Ia menentukan cara seseorang memakai waktunya hari ini (Jangkauan Pandang).
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”
“Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”