Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Allah Bapa, Tuhan, Juru Selamat, dan Raja yang dimuliakan Bapa. Ia bukan YHWH sendiri dan bukan Allah yang setara dengan Bapa. Yesus tidak pernah menyatakan diri-Nya sejajar dengan Bapa, dan lebih sering menyebut diri-Nya anak manusia.
Dalam menjalankan karya keselamatan, Yesus bersedia dikosongkan menjadi manusia seutuhnya (Kenosis). Karena itulah Ia bisa diteladani. Ia mengenakan Logos lewat perjuangan manusiawi, dan orang percaya dipanggil menempuh jalan yang sama.
“Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”
“Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.”
“Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.”
“Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya.”
“Dan segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Tuhan, bagi kemuliaan Allah, Bapa!”