Pengajaran ini berdiri pada monoteisme yang mutlak. Allah itu Esa dalam arti sesungguhnya, tunggal, bukan kesatuan dari beberapa pribadi yang setara. Yang disembah adalah Elohim YHWH, Allah Bapa, Pencipta langit dan bumi, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub (Monoteisme, Menyingkap Rahasia Tritunggal).
Roh Kudus adalah Roh YHWH sendiri, bukan pribadi yang berdiri terpisah dari Bapa. Dipenuhi Roh Kudus berarti dipenuhi Allah Bapa yang hadir dalam diri orang percaya.
Logos dalam Yohanes 1:1 adalah metonim untuk Allah, bukan pribadi kedua. Setelah Yehuda jatuh ke Babel, nama YHWH tidak lagi dilafalkan dan digantikan Memra dalam bahasa Aram sehari-hari. Memra menjadi Logos dalam bahasa Yunani (Logos). Bagi orang Yahudi abad pertama, Logos berarti Memra, dan Memra berarti YHWH.
“Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!”
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.”
“Maka berkatalah Yesus kepadanya: Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”
“Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.”
“Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.”
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.”
“Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.”