Manusia diciptakan segambar dengan Allah. Tselem, gambar, adalah struktur pikiran, perasaan, dan kehendak yang sudah ada sejak penciptaan. Demuth, keserupaan moral, adalah kualitas karakter yang harus dibangun secara progresif, dan itu tanggung jawab manusia (Antropologi).
Manusia bukan hasil evolusi. Ia dibentuk langsung oleh tangan Allah lalu dihembusi nafas hidup, dan sejak itu menjadi makhluk kekal. Setiap manusia akan menghadapi kekekalan.
Ketika Adam jatuh, gambar itu tidak hilang seluruhnya, tetapi kualitasnya berkurang.
“Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
“Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”
“Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”
“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.”